KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI

a. Dapat dipahami
b. Relevan
c. Materialitas
d. Keandalan
e. Penyajian Jujur
f. Substansi Mengungguli Bentuk
g. Netralitas
h. Pertimbangan Sehat
i. Kelengkapan
j. Dapat Dibandingkan

BENTUK BUKU BESAR

1. BENTUK SCONTRO ( T )

      

2. BENTUK 3 KOLOM

 

 

 

 

3. BENTUK 4 KOLOM


AKUNTANSI MANUFAKTUR

A.    Pengertian
Akuntansi Manufaktur merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan, pengiktisaran dan pelaporan transaksi-transaksi yang menyangkut biaya pembuatan produk.

B.    Kelengkapan yang digunakan
1.    Dokumen Transaksi
a.    Faktur pembelian, sebagai bukti transaksi pembelian bahan baku atau bahan penolong.
b.    Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, sebagai  bukti trasnsaksi pemakaian bahan baku dalam proses produksi.
c.    Daftar gaji dan upah, sebagai bukti pemakaian tenaga kerja dalam proses produksi.
d.    Laporan produk selesai, sebagai bukti pencatatan harga pokok produk jadi untuk ditransfer ke gudang produk jadi.
e.    Faktur penjualan, sebagai bukti transaksi penjualan produk yang diahasilkan
f.    Bukti penerimaan kas, sebagai bukti penerimaan dari transaksi  seperti penerimaan pelunasan piutang, penjualan tunai , dan lain – lain yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.
g.    Bukti pengeluaran kas, sebagat bukti  pengeluaran dari transaksi seperti pembayaran hutang, pembayaran hutang gaji, dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

2.    Buku – buku yang digunakan
a.    Jurnal pembelian untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit seperti pembelian bahan baku, bahan penolong, dll
b.    Jurnal pemakaian bahan baku adan bahan pembantu, untuk mencatat trasaksi pemakaian bahan baku dan bahan pembantu dalam proses produksi.
c.    Kartu hadir, kartu jam kerja, daftar gaji dan upah, untuk mencatat pemakaian tenaga kerja dalm proses produksi.
d.    Jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
e.    Jurnal pengeluaran kas, untuk mencatat transaksi yang mengakibatkan jumlah kas berkurang.
f.    Jurnal penerimaan kas, untuk mencatat transaski yang mengakibatkan jumlah kas bertambah.
g.    Kartu sediaan, untuk mencatat persediaan bahan baku yang ada dalam perusahaan.
h.    Kartu hutang, untuk mencatat rincian hutang perusahaan.
i.    Kartu piutang, untuk mencatat rincian dari piutang perusahaan.
j.    Buku-buku pembantu.

3.    Akun- akun Buku Besar yang digunakan
a.    Akun Sediaan Bahan Baku
b.    Akun Gaji & Upah
c.    Akun Biaya Overhead Pabrik
d.    Akun Barang Dalam Proses
e.    Akun Sediaan Produk Jadi
f.    Akun Sediaan Barang Dalam Proses
g.    Akun Harga Pokok Penjualan


Pembahasan soal Jurnal Penyesuaian I

1.  a.Jurnal saat pembelian 1 Mei 2010
     Perlengkapan             Rp. 2.500.000,- 

          Kas                     Rp. 2.500.000,-

Perhitungan
Jumlah perlengkapan         Rp. 2.500.000,-
Sisa 31 Mei 2010              Rp.    800.000,- -
Perlengkapan yang terpakai     Rp. 1.700.000,-

b.    Jurnal penyesuaian 31 Mei 2010


      Beban perlengkapan        Rp. 1.700.000,- 

           Perlengkapan             Rp. 1.700.000,-

2.    Beban sewa             Rp. 1.000.000,- 

           Sewa Dibayar Dimuka         Rp. 1.000.000,-

3.    Beban Penyusutan Kendaraan  Rp. 100.000,- 

           Akm. Penyusutan Kendaraan        Rp. 100.000,-

4.    Asuransi Dibayar Dimuka    Rp. 500.000,- 

           Beban Asuransi                Rp. 500.000,-

5.    Beban bunga            Rp. 150.000,- 

           Utang Bunga            Rp. 150.000,-

Contoh soal Jurnal Penyesuaian I

1.    Pada tanggal 1 Mei 2010 dibeli perlengkapan secara tunai seharga Rp. 2.500.000,-Akhir Mei   perlengkapan yang tersisa seharga Rp. 800.000,-
2.    Sewa yang telah kadaluarsa sebesar Rp. 1.000.000,-
3.    Untuk bulan Mei 2010 peralatan mengalami penyusutan sebesar Rp. 100.000,-
4.    Premi asuransi untuk bulan Mei sebesar Rp. 500.000,-
5.    Bunga yang belum dibayarkan sebesar Rp. 150.000,-

Akun- akun yang dibuatkan Jurnal Penyesuaian yaitu:

a.    Perlengkapan
Akun perlengkapan harus dibuatkan Jurnal Penyesuaian di akhir periode karena pembeliannya dalam jumlah banyak tetapi pemakaiannya dilakukan secara bertahap. Jadi harus dihitung berapa pemakaiannya dan sisanya di akhir periode.
b.    Penyusutan aktiva tetap
Seluruh aktiva tetap kecuali tanah setelah lama dipakai akan mengalami penyusutan (pengurangan). Agar pembelian aktiva tetap tidak merupakan beban sekaligus, maka tiap-tiap akhir periode diadakan penyusutan berdasarkan umue manfaat yang diberikan pada aktiva tersebut.
c.    Beban dibayar dimuka
Apabila pembayaran beban yang dimanfaatkan untuk lebih dari satu periode akuntansi harus dihitung berapa yang terpakai dan berapa yang melebihi periode akuntansi.
d.    Pendapatan diterima dimuka
Suatu pendapatan yang sebenarnya belum merupakan pendapatan pada periode yang bersangkutan tetapi sudah diterima terlebih dahulu.
e.    Beban yang masih harus dibayar
Beban yang telah terjadi pada periode yang bersangkutan tetapi beban belum dibayar.
f.    Pendapatan yang masih harus diterima
Pendapatan yang diperoleh untuk tahun pembukuan yang bersangkutan tetapi belum diterima pada saat penutupan tahun buku karena tanggal penagihannya belum jatuh waktunya.

Prosedur pemindahbukuan perubahan akun hutang dan piutang ke dalam Buku Besar Pembantu

1.    Catat ke dalam jurnal khusus akun hutang dan piutang untuk mempermudah pemindahbukuan ke dalam buku besar pembantu hutang atau piutang, baik secara tersendiri atau kolektif.
2.    Masukkan akun – akun tersebut pada daftar yang sesuai dengan keterangan (hutang atau piutang).
3.    Setelah selesai memindahkan buat daftar saldo hutang dan piutang di setiap akhir periode.
4.    Jumlah yang terdapat pada daftar saldo harus sesuai dengan jumlah yang ada di buku besar umum (General Ledger).

About this blog

My Calender

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Blog Archive